Posts

Showing posts with the label others

Saling

Image
Saling Adalah sebuah timbal balik dalam sebuah relasi, tentunya. Adalah saling mengambil, pun saling memberi. Adalah saling menjalin dan saling menerima. Saling. Saling bahagia dan juga saling menderita. Saling.     Apa kau sekarang mengerti bagaimana susahnya menerima yang seharusnya kau hindari? Apa kau sekarang mengerti bagaimana sesosok ‘ia’ adalah sesuatu yang berharga? Masih banyak pertanyaan berkelebat. Masih banyak ‘Apa’ yang lain. Asal kau tahu sekarang ini, tak ada maksud lain selain menjalin hubungan yang baik denganmu. Sebatas antar teman, antar rekan, ataupun antar saudara. Tak lebih. Tapi, prespektifku berkata lain. Aku berasumsi. Lagi dan lagi. Asumsi, asumsi, dan asumsi. Kau kira aku selalu sama dengan aku-aku yang lalu. Sama dengan aku-aku yang dulu. Tapi tidak. Maka jangan seperti kau tahu segalanya tentangku. Meski kau berkata kau punya kemampuan mengenali orang dengan baik. Tapi kau tak selalu sepenuhnya benar tentangku. Adalah sebuah timbal ba...

Tentang Kamu

Masih ada rasa yang tertinggal. Matanya tak bisa berkhianat, walaupun ia dingin sedingin kristal, tapi matanya masih tetap hangat. Sehangat belaian rindunya tempo hari. Mata. Iya, mata. Sumber dari segala rasa. Kau, apa kabar? Aku tak pernah menganggap sesuatu di antara kita selesai. Kupikir tak pernah selesai. Kau dengan pandainya menggantung rasamu. Sedang aku? Rasa itu terseret-seret. Berserakan. Kau tahu, dengan gigih aku berusaha membunuh setiap butiran rasa yang mencuat. Menikam mereka setiap kali menganga. Tapi satu hal, sakit. Apa sesakit ini? Apakah sesakit ini terkahir kali kau berusaha menikam rasa rasa itu? Bagaimana rasa sakitnya ketika kau menyadari kehadiranku, tapi kau menihilkanku? Bagaimana rasanya menahan segudang keinginanmu untuk menyapaku? Ah, sakit sekali. Tak sanggup kulukiskan bait bait elegi itu ataupun bait yang lain. Penerimaanku atas hadirmu di depan pintuku tak pernah sederhana. Namun, dengan tulus kau ajarkan bagaimana sebuah penerimaan itu. Kemudian ak...

Rindu Itu

Image
Kenapa rindu selalu terhubung dengan sepi dan rasa sakit? Oh, aku belum berdamai dengan hatiku. Tidak. Sekarang pun di tengah keramaian ini terasa begitu sepi. Harusnya wajah ini terlukis lengkungan halus yang mengembang. Desir angin pun harusnya terasa seperti semilir menyejukkan. Harusnya nada-nada itu menari riang. Tapi tidak. Ketika melihat wajahnya menjadi sesak tak tertahan. Kalut tak karuan. Sakit, entah sakit di sebelah mana. Hanya tak menentu, begitu saja. Bagaimana semua hanya begitu saja? Rindu itu mengakar terlampau kuat. Dimana akal sehat? Merasa diri sediri seperti gila? Ah, tidak lucu. Nampaknya aku sangat tak tertarik dengan canda tawa. Ketika melihat wajahnya seperti nada nada berhenti mengalun. Semilir angin tak lagi seperti semilir. Tapi membelit hingga melilit. Hati ini terlilit. Hebat dia, si angin kerinduan.  Diri ini payah. Aku payah. Lagi-lagi diri ini tersesat. Goyah beberapa saat. Oh, bukan! Bahkan hingga detik ini. Hingga saat ini. Ketika...

Coret Dikit Ah~buat mereka

Once-You're My Best Friend Ooh, you make me live Whatever this world can give to me It's you, you're all I see Ooh, you make me live now honey Ooh, you make me live Oh, you're the best friend That I ever had I've been with you such a long time You're my sunshine And I want you to know That my feelings are true I really love you (Ooh) Oh, you're my best friend Ooh, you make me live Ooh, I've been wandering round But I still come back to you (still come back to you) In rain or shine You've stood by me girl I'm happy at home (happy at home) You're my best friend Ooh, you make me live Whenever this world is cruel to me I got you, to help me forgive - oo oo ooh Ooh, you make me live now honey Ooh, you make me live Oh, you're the first one When things turn out bad You know I'll never be lonely You're my only one And I love the thing I really love the things that you do Oh, you're my best friend Oh, ooh, you m...

Rahasia Sang Kuasa

Pertemuan adalah anugerah Pertemuan adalah nikmat Pertemuan adalah berkah Ada hikmah di setiap pertemuan. Pasti. Setelah malam itu aku sadar bahwa aku telah melakukan sebuah kesalahan ketika aku mempertanyakan untuk apa kita dipertemukan. Karena kita dipertemukan pasti untuk sebuah alasan. Ya, alasan. Masih menjadi misteri apa alasan di balik itu semua. Tapi yang pasti aku mencoba menarik benang-benang hikmah dari pertemuan itu, perubahan ke arah yang diridhai. Ya, perubahan itu. Yang pasti setelah menyesali pertanyaan jahat yang sempat terlontar malam itu, aku hanya berusaha melakukan yang terbaik yang aku bisa. Tentu. Karena, semua pasti memiliki akhir, dan pertemuan itu pasti juga berakhir perpisahan. Tak ingin itu semua sia-sia kuharap kita mampu bersinergi untuk mampu menjadi generasi Islam yang ulul albab. Ada caption keren nih, dari Sahabat terbaik Mustaghfirin :) Rahma Rizkiya --> Tiya "Setiap manusia dipertemukan untuk sauatu alasan. Entah untuk belajar atau ...

Sesederhana Melihat Mereka

Bersama mereka adalah segalanya untuk saat ini. Betapa tidak? Setumpuk tugas ataupun berlembar-lembar kertas ujian terlupa. Segudang gundah juga seperti sirna. Ya, mereka. Anak-anak benar meluluhkan. Mereka bagaikan vitamin ketika aku benar-benar lemas hari itu. Lelah setelah menyelesaikan perkuliahan. Tapi semangat itu membuncah tiba-tiba hanya dengan mendengar suara mereka. "Bu Nana!" seru mereka ketika aku bahkan baru saja hendak melepas sandal usangku. "Bu.. Ayo jalan-jalan. Bu Nana kan sudah janji kalau hari Jumat kita jalan-jalan." seru beberapa dari mereka. "Iya Bu.." sambung yang lain.Betapa lucunya. Sekaligus mereka membuatku teringat janjiku minggu lalu. Melihat antusiasme mereka yang tinggi dan wajah mereka yang berbinar-binar, tak tega hati ini menolak keinginan mereka. Lagipuala tak ada salahnya jalan-jalan. Sambil refreshing juga. "Boleh kalau Bu Nana ada temannya. Kalau ngga ada kita ngaji, oke?" tawarku. Nampaknya tak berhasil,...

Ilmu di Setiap Langkah Kaki

"Ternyata belajar di bidang ini susah" "Ya, mana ada belajar yang nggak susah. Kalau mau nggak susah ya nggak usah belajar." "Iya sih, tapi..." "Tapi apa? Kau harus bisa membuat dirimu bertahan. Tumbuhkan motivasi dari dalam diri dan bangun juga dari luar." Secuil perckapan, di sela-sela langkah kaki. Bisa-bisanya kata-kata itu keluar dari mulutku. Sok banget. Emang yang ngomong udah nglakuin? Sepertinya belum. Bahkan serasa kacau, hari-hari di akhir semester ini. Astaghfirullah :( Motivasi. Btw, Dimana kamu? Bahkan menumbuhkan motivasi diri saja masih susah, tapi berani ngomongin orang lain. Ya, lebih baik daripada aku terpuruk dan orang di sekitarku juga sama terpuruknya . Jangan! Bagaimana, Indonesia maju kalau generasinya terpuruk? Cukup aku. Hah, siapa juga yang mau terpuruk? Emang dasar setan aja gangguin terus. Lah, kok mau digangguin? Oke, berarti harus bangkit. Lah emang betul. Bangkit. Sudah lupakah trimotto Insan Cendekia? Trimot...

SALAM ITU

SALAM ITU : Salam Terakhir di Penghujung Hari Ketika semua kisah ini dimulai, terbersit sedikit ketakutan bahwa akan ada sesuatu yang berubah. Tentu hal seperti ini tak sekalipun ada dalam list hidupku, namun aku tak bisa memungkiri bahwa aku juga menginginkannya. Sebuah kewajaran bukan? Ketika ada setetes embun yang mulai menyejukkan. Tapi, aku juga tak bisa memungkiri, bahwa ini tidak sesuai. Sebersit ketakutan itu perlahan terbukti, walaupun masih bisa teratasi tapi mau tidak mau hal itu pasti terjadi. Aku hanya tak mau melanggar prinsipku. Sebagai muslimah yang senantiasa berusaha berhijrah, ini benar-benar tak boleh berlanjut. Tapi sisi lain diri ini memungkiri. Banyak hal bertentangan di benak. Untuk apa sebuah kepastian kalau pada akhirnya tidak pernah terikat. Namun, sisi lain berkata kalau 'ia' juga harus dicari dan dipertahankan. Ah, semua ini membingungkan. Tak elak, pilu dan kalut pun menghampiri.  Tak ingin ini berlanjut pada jalan yang tak diridhai-Nya, tapi ...

Lantunan Terakhir di Penghujung Fajar

AKHIR DARI BAIT YANG TERLUKIS Tersadar bahwa lukisan itu sudah tersurat Tersadar bahwa kanvas itu setidaknya berwarna Tak pernah tahu kapan lukisan itu akan berubah Tak pernah tahu kapan kanvas itu akan kosong Tak elakkan semuanya pun tercurah Pula, ia terlukis dengan indah Indah dengan suka dan tawa Tetesan embun terasa sangat segarnya Pula, seberkas cahaya menyeruakkan sinarnya Begitu lihai semua itu terlukis Tak relakan semuanya tergadai Oleh gelapnya angan dan gulitanya pikiran Syukur senantiasa di hati Untuk setetes embun lagi Untuk secercah cahaya lagi Karena akhir selalu menjadi misteri

The Woman

The Woman : Istimewanya Seorang Wanita Sholehah "Ketika menjadi seorang anak, maka mampu mengangkat derajat ayahnya" "Ketika menjadi seorang istri, maka ia mampu melengkapi agama suaminnya" "Ketika menjadi seorang ibu, maka surga ada di bawah telapak kakinya" Tentu selalu menjadi harapan bagi para muslimah untuk bisa menjadi wanita sholehah. Lalu, bagiamana? Tidakkah harus ada tindakan yang tepat? Yes! Absolutley. Menata niat tentu menjadi hal paling mendasar yang dibutuhkan. Kemudian niat akan menyokong prinsip dan prinsip akan menyokong tindakan. Tanamkan dulu, kemudian resapi dan lakukan. Berhubung penulis masih menjadi poin pertama, maka gimana sih jadi anak yang baik yang mampu mengangkat derajat ayahnya? Belajar yang rajin, belajar dulu sekarang mah.. belajar belajar belajar. Serap sebanyak banyaknya ilmu, dari dosen ataupun di organisasi. Wujudkan mimpimu yang tentu menjadi sebuah harapan bagi orang tua untuk melihat anaknya sukses. Satu kata,...

Si Kece Gramineae : Bambu

Belajar falsafah kehidupan yang berharga dari kehidupan pohon bambu :D Memiliki akar yang sangat kuat tertanam di tanah. Sebagai latar belakang keluarga rumput-rumputan,perlu lima tahun untuk pertumbuhan akar barulah bambu akan muncul-Belajar membutuhkan waktu lama untuk mencapai tujuan, supaya ilmu kuat tertanam Tanaman rumput spektakuler, bisa tumbuh hingga 30 meter-Bagaimanapun latar belakang kita, lebih SPEKTAKULER kalau kita bisa menjadi yang berbeda. Terus e kspresikan potensi diri. Batangnya mampu bergoyang bersama terpaan angin kencang, namun dia tak pernah tumbang, karena punya akar yang kuat-FLEKSIBELITAS :D fleksibel aja yuk, hadapi masalah. Jangan cuma diomongin, tapi cari jalan keluarnya. Tidak terlalu gusar, tapi mampu menjadikannya pelajaran. Anggota keluarga gramineae yang spesial. Terdiri dari sejumlah batang yang tumbuh bertahap. Mulai rebung, batang muda, dan batang dewasa, batang berbuku dan beruas tapi berdinding keras, cocok buat arsitektur....

Harus Jadi Guru

Hal sekecil apapun pasti mampu menginspirasi :D Terima kasih untuk siapapun yang merasa terlibat dalam kisah berikut. "Harus Jadi Guru!" Beberapa waktu lalu, bahkan hingga sekarang klimat itu masih menggelayuti pikiran. Entah kenapa, tiba-tiba jiwa ini merasa kembali tergugah. Kemana saja selama hampir dua semester ini? Sampai-sampai titah mulia itu terlupa. Sebelum seseorang menyampaikan kalimat itu, sudah terlebih dahulu sosok yang menjadi tempat bergantung-Ayah dan Ibu-bertitah. Terekam dengan jelas di memori yang mulai reot ini, walaupun kala itu hanya melalui pesawat telepon yang membantuku terhubung dengan mereka di seberang pulau sana (kala itu). "Semuanya baik, ada kekurangan ada kelebihan, tapi menjadi seorang pengajar adalah kemuliaan". Sepertinya, (beberapa waktu lalu) akulah sungai yang mengalir tanpa tahu arah aliran yang tepat. Tapi (terima kasih), karena di sela peliknya hidup dan kehidupan, seseorang telah mengetuk kesadaranku yang mu...

Bisikan di Ujung Senja

"Mau ngga mau aku harus memajukan kaum muslimin!!" dengan lantang ia meneriakkan kalimat itu. Sedikit mewarnai penghujung senjaku hari itu. Matanya berbinar - binar. Semangat itu nyata adanya. Aku tahu ia mulai tersentak, karena bahkan kalimatnya membuatku tersentak hingga membuatku seolah terbangun 'kemana saja aku selama ini?' Seolah olah selama ini mata dan hatinya tertutup kemudian ia tersadar oleh sesuatu. Entah bagaimana, itu pun menyadarkanku. Hei, mungkin ia tak pern ah menyadari bahwa bara semangat itu selalu ada pada setiap muslim. Namun, benar benar dibutuhkan penyulut yang dahsyat hingga bara semangat itu menyala terang hingga sulit dipadamkan. Terima kasih untuknya. Inilah indahnya ilmu. Setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah, dan ilmu pun bahkan senantiasa ada di sekitar kita. Semangat  Gimana?