Posts

Showing posts with the label about

DailyLog with Wafda (EP. 1) "Kedatangan"

Image
Pernah ngebayangin gimana luar biasanya anak usia 4 tahun? Aku pernah membaca sebuah artikel tentang kreativitas (alibi saja padahal untuk menunjang skripsi)-hehehe. Jadi.. disana dijelaskan bahwasanya "tidak ada yang lebih kreatif dari anak usia 4 tahun" A not so long journey with Wafda dimulai dari sejak kedatangannya di Kediri bulan Desember tahun lalu. Sudah pasti ia sangat dirindukan. Kali terakhir ia pulang ke Kediri adalah sekitar 2 tahun yang lalu. Oh ya, tentu kalian bertanya-tanya, siapakah Wafda? Well , ia adalah adik sepupuku dari tante paling muda di keluarga besar Bani Anwar. Wafda lahir di Gorontalo dan besar di sana. Kenapa Wafda punya segmen log tersendiri di laman ini? W ell, i think it will be a waste if I don't make a compilation of her development when she's here, lives at the same house with me. Seperti apa sih seorang Wafda? Sudah kusampaikan di awal bahwa ia adalah balita usia 4 tahun, and she's just adorably cute!!! So, here she is! Kedat...

Arah (?)

Image
Hai readers :) new sheet in the first 2017. Let me tell you my really-messy-world. Apa yang kita rasakan ketika banyak hal berkelebat di kepala kita and what should we do then? I feel that messy-thing right now. Oke, cukup intermezonya. Now, let me tell you my little-deep-world inside my heart. Apa hal yang paling aku sesali di hidupku hingga saat ini? Hanya satu hal, bahwa aku tidak bersyukur dengan baik on what I’m right now. Fakta bagaimana aku sekarang ini, tidak aku syukuri dengan baik. Selalu banyak hal kupertanyakan, kuhiraukan dan kemudian aku goyah. Satu hal, karena aku tidak bersyukur dengan baik atas nikmat yang Allah berikan kepadaku selama ini. Suatu ketika aku menemukan postingan yang sangat menarik “Keraslah pada dirimu sendiri, jangan sekali-kali kau melunak karena sungguh kau akan merugi nantinya.” Sepertinya aku mengerti sekarang ini, sekali saja aku mengingkari prinsip yang aku buat, maka penyesalan itu lebih besar dari sekadar memulai pengingkarannya dan akan selal...

Menangis atau Menangis(i)

Secuil ilmu di tengah hari yang mulai gelap. Tidak-tidak. Kala itu tepat setelah senja pergi. Seseorang yang dengan baik perangainya mengajakku makan. Di sebuah warung sederhana di sudut jalan itu-iya jalan itu dengan menu yang sederhana pula. Namun apa? Ilmu-sedikit banyak terpintal di otak lelahku. Tentang apa? Menangis atau menangis(i). "Sebenarnya kita perlu bertanya pada diri kita sendiri, untuk apa yang telah kita lakukan selama ini, kemudian haruskah kita menangis atau menangis(i)? Aku memutar otak. Seseorang itu selalu mampu membuatku berpikir. Aku tertegun. Menunduk. Dan tentu berpikir. Hai, sepertinya aku harus menangis, oh bukan aku harus menangisi hidupku. Menangisi apa yang sudah diperbuat kedua tangan dan kaki, apa yang dilihat kedua mata, apa yang didengar kedua telinga, apa yang dirasa hati kecil nan mungil-merasa rasa yang tak patut dirasa, kemudian berpikir yang tak patut dipikir. Astaghfirullah. "Ya Allah, aku sudah terlalu jauh dari-Mu." Begitulah ...